Alam.Id – ketua gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Nasional, Doni Monardo, mengunjungi Desa Kemiren. Langkahnya terhenti saat memasuki pelataran Sanggar Genjah Arum. Ia nampak sedikit kaget, sebab di halaman itu sejumlah penari barong dan pitik-pitikan tengah menari menyambut kedatangan mereka.

Siang itu, Doni didampingi Bupati Kabupaten Banyuwangi, Azwar Anas dan pemilik sanggar Setiawan Subekti. Tidak hanya tarian, tabuhan lesung yang dimainkan nenek-nenek juga mewarnai kedatangannya. Tarian dan tabuhan lesung itu merupakan cara Sanggar Genjah Arum untuk menyambut setiap tamu penting.

Di sanggar itu, setiap kali ada tamu penting yang datang selalu disuguhi dengan kesenian khas suku Osing, yang meruapakan suku asli Banyuwangi. Dengan cara itu, mereka ingin memperkenalkan kekayaan kesenian khas Banyuwangi kepada tamu-tamu yang datang berkunjung.

Sedangkan tari pitik-pitikan merupakan simbol kesejahteraan. Semnatara barong merupakan perwujudan dari singa atau harimau yang dipercaya bisa mengusir roh jahat.

“Ayam pintar mencari rezekinya sendiri dengan mencakar-cakarkan kakinya ke tanah. Sedangkan barong merupakan perwujudan dari singa atau harimau untuk mengusir roh jahat,” kata pemangku adat Suku Osing, Setyo Herfendy.

Di sanggar itu, segala hal tentang kekayaan budaya dan tradisi Banyuwangi diabadikan. Lengkapnya dokumentasi akan sejarah tradisi dan budaya suku Osing membuat sanggar yang terletak di Desa Kemiren, Glagah, Banyuwangi, juga kerap disebut Museum Osing.

Kedatangan ketua pelaksana gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 hari itu, untuk memastikan bahwa kabupaten yang berada di ujung Pulau Jawa tersebut sudah siap membuka kembali sektor pariwisata di tengah pendemi virus impor tersebut.

Kesiapan itu dibuktikan dengan pemberlakuan sertifikasi kesehatan di tempat-tempat wisata. “Tempat wisata di Banyuwangi telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik,” kata Doni.

Sertifikasi itu merupakan jaminan bagi pengelola dan pengunjung yang datang. Sertifikasi itu nantinya akan ditempel di sejumlah tempat wisata, hotel, restoran, hotel, dan homestay, warung rakyat yang ada di Banyuwangi. “Jika melanggar, sertifikatnya dicabut,” kata Bupati Azwar Anas.

Sehari sebelum Doni, Presiden Joko Widodo juga telah melihat langsung bagaimana Banyuwangi mempersiapkan diri kembali membuka etalase wisata dunia yang aman Covid-19. Kedatangan Jokowi ini menjadi penanda era tatanan baru harus diiringi dengan semangat produktif sekaligus aman dari Covid-19.****(Alam Indonesia)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *