Alam.Id – Mengunjungi Kota Tomohon, sama saja mengunjungi Kota Pariwisata yang ada di Sulawesi, khususnya di Sulawesi Utara (Sulut). Daerah yang terletak di ujung pulau Sulawesi ini, selain memiliki keragaman budaya dan sikap toleransi yang dijunjung tinggi oleh masyarakatnya, juga memiliki keindahan alamnya yang patut dikunjungi. 

Pesona alam yang tersaji di Kota Tomohon memang selalu memberikan ketakjuban. Daerah yang berada pada ketinggian 900-1100 meter di atas permukaan air laut itu, dengan luasan wilayah 14.721,78 Ha, merupakan sebuah Kota dengan udaranya yang dingin dan sejuk, dibandingkan dengan Manado.

Saat memasuki daerah Tomohon, mata para wisatawan akan disuguhi dengan pekarangan rumah warga yang selalu ramah dengan tanaman bunga dan lanskap alamnya yang masih terjaga. Selain itu pula, para wisatawan juga bisa merasakan hawa sejuk dari Kota Tomohon itu sendiri.

Itulah sebabnya, setiap orang  yang berkunjung di daerah ini akan merasakan atmosfer yang berbeda. Hawa yang dingin nan sejuk, ditambah topologi daerah yang tinggi, menjadi ciri khas dari Kota Tomohon. 

Bagi para wisatawan atau traveler, jika telah berada di Sulut, sangat direkomendasikan untuk menjajaki destinasi wisata alam yang ada di daerah Kota Tomohon. Jarak perjalanan darat dari Manado menuju Kota Tomohon sendiri sekitar 30 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 1 jam lamanya. Perjalanan yang lumayan lama itu akan tergantikan dengan suasana yang menyejukan setiba di Tomohon.

Membicarakan potensi pariwisata di Kota Tomohon sebenarnya adalah hal yang lumrah. Kota Tomohon sendiri sudah dikenal dengan Kota Bunga, melalui festival bunga yang dilaksanakan setiap tahunnya di Bulan Agustus. Sehingga itu julukan Kota Bunga melekat pada Kota Tomohon.  

Tapi tunggu dulu, Kota Tomohon sendiri meski telah terkenal dengan Kota Bunga, daerah ini juga dikenal dengan destinasi pariwisatanya. Baik dari destinasi wisata alam, wisata budaya, dan wisata kulinernya.

Destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi tentu saja wisata alamnya Kota Tomohon. Destinasi wisata alam ini, turut mendorong kepopuleran Kota Tomohon di dunia kepariwisataannya.

Mengutip dari lansiran Manado Bacirita partner resmi Kumparan, “ada 84 destinasi wisata yang ada di Kota Tomohon, tapi hanya 32 yang diunggulkan,” dikutip Alam.Id dari Manado Bacirita yang dilansir pada tanggal 12 Oktober 2019.

Meskipun dikenal dengan julukan Kota Bunga, tapi daerah ini semakin dikenal dengan daerah pariwisatanya yang mulai mendunia juga. Mulai dikenalnya pariwisata Kota Tomohon sendiri merupakan bagian dari visi-misi Pemerintah Kota Tomohon, yang menginginkan Kota Tomohon dikenal dengan pariwisatanya dan menjadi tempat tujuan wisata mancanegara.

Dari 82 destinasi wisata yang ada di Tomohon, 38 di antaranya didominasi destinasi wisata alam, dan hanya 32 yang diunggulkan.

Salah satunya wisata danau Linow ini, Danau yang berada di Kelurahan Lahendong, Tomohon Selatan, Kota Tomohon, mulai ramai dikunjungi wisatawan karena pesona dari Danau Linow itu sendiri.

Namun tak bisa dipungkiri, dari sekian banyaknya objek wisata yang ada di Kota Tomohon, hanya wisata alam lah yang paling banyak mendominasi pariwisata yang ada di Kota Tomohon dan paling banyak dikunjungi. 

Harapan untuk menjadi destinasi wisata dunia tak bisa dipungkiri, karena letak geografi Kota Tomohon yang sangat menjajikan, serta kekayaan alamnya yang masih terjaga dan tetap asri.

Perlu dicatat juga, semua aneka destinasi pariwisata yang ada di Kota Tomohon dapat dikunjungi setiap harinya.

Jumlah kunjungan wisatawan domestik dan luar negeri dalam sehari bahkan sebulan tak pernah sepi. Bahkan, di hari libur atau weekend para wisatawan selalu memadati area wisata yang ada di Kota Tomohon. Dan sudah menjadi kelaziman untuk mengunjungi pariwisatanya saat berada di Kota Tomohon. Tak afdal rasanya jika sudah berada di Kota Tomohon, namun tak berkunjung ke salah satu pariwisata yang ada di Kota Tomohon itu sendiri.

Danau Vulkanik dengan Sejuta Pesona

Saat langkah kaki pengunjung berjalan menuju Danau Linow, sudah seharusnya mempersiapkan indra penciumannya. Aroma seperti bau telur akan menyapa saat memasuki area danau. Aroma bau telur itu keluar dari bau belerang yang berada di sekitar danau. Bahkan, sepanjang mata memandang, kita akan melihat kepulan-kepulan asap yang membubung ke langit, yang berasal dari lubang hidrotermal yang ada di sekitaran danau.

Danau Linow sendiri merupakan Danau Vulkanik yang terletak di Tomohon. Di dalamnya terdapat beberapa lubang hidrotermal yang dapat memuntahkan gas panas dari tepi atau kedalaman danau.

Komposisi kimiawi inilah yang sering mengubah warna danau, kadang berwarna kuning kecoklatan, hijau, bahkan biru gelap. Keindahan yang dihasilkan dari proses kimiawi itu yang membuat danau Linow diminati wisatawan dan menjadi daya pikat tersendiri bagi wisatawan yang datang.

Warna-warni dari air danau yang muncul, biasanya dijadikan untuk tempat berswafoto oleh para wisatawan, dengan berlatar belakang warna danau dan panorama gunung berapi dibelakangnya.

Danau Linow juga menawarkan lanskap alam yang indah, dapat memanjakan mata para pengunjung. Pasalnya, selain memiliki kandungan belerang yang cukup tinggi, pemandangan dari tepi danau juga sangat menakjubkan. Panorama warna danau yang hijau, serta menjulangnya dua gunung berapi yang masih aktif merupakan cerita tersendiri dari keindahan Danau Linow ini.

Waktu yang dibutuhkan pun untuk sampai ke Danau Linow tidak begitu lama, hanya memerlukan waktu sekitar 7-12 menit dari Kota Tomohon di hari biasanya, dan bisa membutuhkan waktu 15-20 menit di hari libur atau weekend karena jalanan yang macet atas kunjungan wisatawan.

Wisatawan yang berkunjung pun hanya mengeluarkan uang sebesar Rp25 Ribu untuk biaya masuknya. Dengan harga tiket masuk tadi, para pengunjung akan mendapatkan secangkir kopi atau teh, yang bisa disantap sambil memandangi keindahan alamnya Danau Linow.

Danau Linow sendiri mempunyai arti dalam bahasa Minahasa. Kata Linow diambil dari bahasa Minahasa Lilinowan yang memiliki arti tempat berkumpulnya air. Air yang ada di danau Linow itu merupakan kawah alam yang disebabkan atas letusan Gunung berapi sekitar 500 ribu tahun yang lalu.

Selain pemandangan danau yang indah, di sekitaran lokasi danau juga dipenuhi oleh pohon-pohon pinus yang menjulang tinggi dan gagah. Keberadaan pohon pinus tersebut juga memberikan keteduhan dan kerindangan bagi para wisatawan, serta menambah suasana yang sejuk saat berada di Danau Linow ini.

Jika para wisatawan beruntung, dan secara saksama memerhatikan, di setiap penghujung sore menjelang malam. Di saat sinar senja akan berpendar, beberapa burung belibis sedang asik bermain dan berenang di atas danau. Suguhan pemandangan itu yang akan ditemui, selain luasnya danau dengan warna –warninya, dan megahnya gunung berapi yang diselimuti kabut di sekelilingnya.

Kebanyakan orang yang telah mengunjungi Danau Linow menyarankan untuk datang di pagi hari, sensasi yang menyejukan begitu dekat dirasakan. Cukup berdiri di bibir danau, sambil merentangkan kedua tangan, dan menarik napas sedalam-dalamnya terus melepaskannya.****(Alam Indonesia)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *